Bulan Ramadhan bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga; ia adalah momen transformasi spiritual, kedekatan keluarga, dan peningkatan ibadah. Di tahun 2026 ini, tren hunian yang mendukung kesehatan mental dan spiritual semakin diminati. Salah satu cara terbaik untuk menjemput keberkahan bulan suci adalah dengan mempersiapkan “baiti jannati” (rumahku surgaku) agar menjadi tempat yang nyaman untuk beribadah dan bersilaturahmi.
Menata ulang ruangan sebelum Ramadhan tiba dapat membangun antusiasme anggota keluarga, terutama anak-anak, sekaligus menciptakan atmosfer yang lebih khusyuk. Berikut adalah panduan lengkap cara menata ruang rumah untuk menyambut bulan Ramadhan dengan sentuhan otentik dan fungsional.
1. Decluttering: Bersihkan Hati, Bersihkan Rumah
Sebelum memasukkan elemen dekorasi baru, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah decluttering atau menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan. Rumah yang terlalu penuh dengan barang akan menghambat aliran udara dan menciptakan kesan sumpek, yang pada akhirnya bisa mengganggu fokus saat beribadah.
Mulailah dengan merapikan ruang tamu dan ruang keluarga. Simpan tumpukan majalah lama, rapikan kabel-kabel yang berantakan, dan kosongkan permukaan meja dari benda-benda yang tidak esensial. Ruangan yang bersih secara visual akan memberikan ketenangan pikiran (peace of mind) yang sangat dibutuhkan saat menjalankan ibadah puasa.
2. Menciptakan “Mihrab” atau Ruang Shalat Keluarga
Jika biasanya Anda shalat di dalam kamar masing-masing, Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk menghidupkan shalat berjamaah di rumah. Anda tidak perlu ruangan besar; cukup manfaatkan satu sudut di ruang keluarga atau area yang tenang.
- Gunakan Pembatas Ruang (Partisi): Jika tidak ada kamar khusus, gunakan rak buku terbuka atau room divider estetik untuk memberikan privasi.
- Alas Ibadah yang Nyaman: Hamparkan karpet yang lembut atau sajadah yang bersih. Pastikan arah kiblat sudah benar dan tidak terhalang oleh furnitur.
- Penataan Perlengkapan Ibadah: Gunakan keranjang rotan atau rak kayu minimalis untuk menata mukena, sarung, mushaf Al-Qur’an, dan tasbih. Hal ini mencegah perlengkapan ibadah berserakan di lantai.
3. Mengatur Ulang Area Meja Makan dan Dapur
Area makan menjadi pusat aktivitas selama bulan puasa, mulai dari sahur yang singkat hingga buka puasa yang meriah. Menata ulang area ini akan sangat membantu kelancaran aktivitas ibu rumah tangga dan kenyamanan anggota keluarga.
- Konsep Buffet (Prasmanan): Untuk buka puasa bersama, atur meja makan dengan gaya prasmanan agar ruang gerak lebih bebas.
- Stasiun Takjil: Siapkan satu area kecil di meja dapur atau sideboard khusus untuk takjil. Letakkan kurma, gelas-gelas cantik, dan teko air di sana. Hal ini memudahkan anggota keluarga segera membatalkan puasa saat azan berkumandang.
- Pencahayaan Hangat: Gunakan lampu gantung dengan cahaya warm white di atas meja makan untuk menciptakan suasana sahur yang hangat dan tidak terlalu menyilaukan mata yang baru bangun tidur.
4. Pencahayaan dan Aroma Terapi untuk Suasana Syahdu
Atmosfer Ramadhan sangat berkaitan dengan indra penciuman dan penglihatan. Di tahun 2026, penggunaan smart lighting dan wewangian alami menjadi tren utama.
- Lampu Dekoratif: Pasang lampu hias berbentuk bintang atau bulan sabit kecil di sudut ruangan. String lights dengan cahaya kuning lembut dapat memberikan kesan magis dan damai pada malam hari setelah shalat Tarawih.
- Wewangian Khas Timur Tengah: Gunakan diffuser dengan aromaterapi oud, sandalwood, atau amber untuk memberikan kesan religius yang kuat. Jika lebih menyukai aroma segar, pilihan seperti lemongrass atau mint dapat membantu menjaga kesegaran rumah di siang hari yang panas.
5. Sudut Membaca (I’tikaf Corner)
Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Menciptakan sudut khusus untuk membaca Al-Qur’an atau buku-buku islami akan mendorong anggota keluarga untuk lebih produktif.
Letakkan satu bean bag atau kursi malas yang nyaman di dekat jendela. Tambahkan lampu baca yang memadai dan meja kecil untuk meletakkan mushaf. Sudut ini bisa menjadi tempat favorit untuk menghabiskan waktu ngabuburit dengan kegiatan yang bermanfaat.
6. Dekorasi Tematik yang Minimalis
Hindari dekorasi yang terlalu ramai atau mencolok. Ramadhan 2026 mengedepankan estetika “Organic Modern” atau “Minimalist Islamic”.
- Warna-warna Bumi (Earth Tones): Gunakan warna krem, hijau zaitun, atau cokelat muda untuk sarung bantal kursi (cushion covers) atau taplak meja. Warna-warna ini memberikan kesan tenang dan dekat dengan alam.
- Tipografi Islami: Anda bisa mengganti beberapa bingkai foto dengan poster tipografi kaligrafi modern yang simpel.
- Tanaman Indoor: Letakkan tanaman seperti Snake Plant (Lidah Mertua) atau Peace Lily. Selain mempercantik ruangan, tanaman ini berfungsi sebagai pemurni udara alami agar rumah terasa lebih sejuk.
7. Persiapan Area “Mudik” dan Tamu
Meski Idul Fitri masih sebulan lagi, menata ruang tamu sejak awal Ramadhan akan meringankan beban Anda nanti. Pastikan sofa dalam kondisi bersih. Jika Anda berencana menerima tamu untuk buka puasa bersama, pastikan ada area duduk tambahan seperti pouf atau karpet lantai yang nyaman untuk duduk lesehan.

Kesimpulan
Menata ruang rumah untuk menyambut bulan Ramadhan bukan soal kemewahan, melainkan soal menciptakan fungsi dan suasana yang mendukung kualitas ibadah. Dengan rumah yang bersih, tertata, dan harum, setiap detik yang dihabiskan di dalam rumah selama bulan puasa akan terasa lebih bermakna.
Rumah yang nyaman adalah cerminan dari kesiapan hati kita menyambut bulan yang penuh ampunan ini. Mulailah menata hari ini, dan rasakan perbedaannya saat fajar pertama Ramadhan menyapa hunian Anda.
baca juga :
